blognya kaum Pere

bloGnya kAum PERE . . .

Minggu, 11 Juli 2010

Mesjid Raya Lima Kaum


MASJID RAYA LIMA KAUM MERUPAKAN SALAH SATU BANGUNAN TERTUA DI WILAYAH SUMATERA BARAT/ TEPATNYA DI NAGARI LIMA KAUM ,KABUPATEN TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT/ BANGUNAN MASJID RAYA LIMA KAUM BERADA DALAM LINGKUNGAN PEMUKIMAN PENDUDUK DIKELILINGI JALAN MASJID RAYA (JALAN KAMPUNG) DI BAGIAN UTARA,SELATAN DAN TIMUR/ SEDANGKAN DI BAGIAN TIMUR BERBATASAN DENGAN BANGUNAN TPA DAN KOLAM/

LATAR SEJARAH

SEJARAH BERDIRINYA MASJID RAYA LIMA KAUM TIDAK DIKETAHUI DENGAN PASTI/DALAM RIWAYAT MASYARAKAT MINANG, ISLAM MASUK MINANGKABAU DIBAWA OLEH SEORANG ULAMA BESAR YAITU TUANKU SYEKH BURHANUDDIN, YANG PERNAH BELAJAR DI DAYAH (SEMACAM PESANTREN) SYEKH ABDURRAUF SINGKEL DI ACEH SELATAN/SALAH SATU DAERAH YANG BERHASIL DIISLAMKAN ADALAH DAERAH LIMA KAUM (DINISBAHKAN KEPADA NAMA SUKU SETEMPAT) YANG PADA WAKTU ITU MERUPAKAN KERAJAAN KECIL DARI WILAYAH KERAJAAN MINANGKABAU/ KONON MASJID YANG PERTAMA DIDIRIKANNYA TERDAPAT DI DAERAH BALAI BATU, SEBUAH PERKAMPUNGAN KECIL DI DAERAH LIMA KAUM, PADA TAHUN 1650M/BENTUK MASJID SANGAT SEDERHANA, HANYA BERALASKAN BATU-BATUAN YANG DISUSUN SECARA RAPI DENGAN UKURAN TERTENTU,TANPA DINDING DAN ATAP,SAMA SEPERTI NABI IBRAHIM MEMBANGUN MASJID HARAM DI MEKAH/

DALAM PERKEMBANGAN SELANJUTNYA,TEPATNYA SETELAH 25 TAHUN BERIKUTNYA (TAHUN 1675 M),MULAILAH DILAKUKAN PENYEMPURNAAN BANGUNAN SEBAGAIMANA LAZIMNYA WUJUD MASJID/ MELIHAT PERKEMBANGAN PEMELUK AGAMA ISLAM DI DAERAH LIMA KAUM, MAKA PADA TAHUN 1710M PENDUDUK SETEMPAT BERSEPAKAT UNTUK MEMBANGUN MASJID YANG LEBIH BESAR DENGAN MELIBATKAN BEBERAPA NAGARI (DAERAH) SEKITAR LIMA KAUM/ PEMBANGUNAN MASJID KETIGA INILAH YANG DIKERJAKANSECARA BERGOTONG ROYONG DENGAN MELIBATKAN BERBAGAI LAPISAN MASYARAKAT TANPA KECUALI,SEPERTI NINIK MAMAK (PEMANGKU ADAT), KAUM CERDIK PANDAI (INTELEKTUAL), DAN ALIM ULAMA (GURU AGAMA ISLAM)./BAHKAN DATUK BANDARO KUNIANG SEBAGAI RAJA NAGARI LAIMA KAUM MENETAPKAN KETENTUAN,KEPADA SIAPA YANG TIDAK IKUT GOTONG ROYONG SEHARI SAJA,AKAN DIAMBIL TERNAKNYA UNTUK DISEMBELIHSEBAGAI GANTI ATAS KETIDAKHADIRANNYA/

MASJID KETIGA INILAH YANG SEKARANG BERNAMA MASJID RAYA LIMA KAUM/SAMPAI KINI MASIH UTUH DAN KOKOH,DAN UNIKNYA TANAH TEMPAT BERDIRINYA MASJID RAYA DAHULUNYA MERUPAKAN BEKAS LOKASI SEBUAH PAGODA (SEMACAM CANDI) YANG TELAH DITINGGALKAN PENGANUTNYA KARENA MASUK ISLAM/

BANGUNAN MASJID BERTINGKAT LIMA DENGAN TIANG UTAMA BERDIAMETER 75 CM DENGAN TINGGI MENCAPAI 55 M, ARSITEKTURNYA MENCERMINKAN SINKRETISME (PENCAMPURAN PAHAM) ANTARA BUDDHA DAN ISLAM DALAM PROSES PEMBUATANNYA/ IDENYA BERASAL PAGODA YANG MEMANG MIRIP MENARA MENJULANG TINGGI,TETAPI SUDAH DIMODIFIKASI SEBAGAI PERLAMBANG RUKUN ISLAM/

PADA TAHUN 1984 TELAH DILAKUKAN PULA KEGIATAN STUDI KELAYAKAN OLEH PROYEK PEMUGARAN DAN PEMELIHARAAN PENINGGALAN SEJARAH DAN PURBAKALA SUMATERA BARAT DALAM RANGKA KEGIATAN PEMUGARAN/ SEDANGKAN KEGIATAN PENELITIAN DENGAN TUJUAN INVENTRISASI PENYEBARAN BENDA CAGAR BUDAYA MASA ISLAM DAN STUDI PROSES ISLAMISASI DI SUMATERA BARAT DILAKUKAN OLEH PUSAT PENELITIAN ARKEOLOGI NASIONAL PADA TAHUN 1985/

KEGIATAN PEMUGARAN YANG DILAKSANAKAN SECARA SWADAYA OLEH MASYARAKAT SETEMPAT TELAH BEBERAPA KALI DILAKSANAKAN, SEPERTI PENGGANTIAN ATAP IJUK DENGAN SENG (1908), PEMBUATANSERAMBI (1940), PENGGANTIAN BILAH-BILAH PAPAN YANG SUDAH RAPUH (1941),PEMBUATAN LOTENG UNTUK MENGHINDARI GANGGUAN KELELAWAR (1937),PERBAIKAN DAN PELEBARAN MIHRAB (1969),PERBAIKAN JENDELA DAN PEMASANGAN KACA NAKO (1977) /

DESKRIPSI BANGUNAN

BANGUNAN MASJID RAYA LIMA KAUM MEMILIKI KOLONG DAN BAGIAN ATAP MEMBENTUK KERUCUT (PAGODA)/ ATAP TUMPANG LIMA TERBUAT DARI SENG DENGAN PUNCAK BERBENTUK SEGI DELAPAN BERJENDELA KACA (DUA DAUN)/ DENAH MASJID BERBENTUK SEGI EMPAT DENGAN PONDASI DARI BETON, DINDING DAN LANTAI TERBUAT DARI PAPAN, TIANG DARI KAYU ULIN,DAN JENDELA DARI KACA NAKO DI SEMUA SISI BANGUNAN/

BANGUNAN MASJID DIKELILINGI OLEH PAGAR BESI DENGAN PONDASI TERBUAT DARI BATU KALI/ DISEBELAH UTARA DAN SELATAN TERDAPAT PINTU GERBANG TERBUAT DARI BETON COR DENGAN ATAP GONJONG LIMA/PADA TIANG TERDAPAT HIASAN KALIGRAFI ASSALAMUALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH, “ALLAH” DAN “MUHAMMAD”/GAPURA MASJID DI BAGIAN SELATAN TERDAPAT ANGKA TAHUN PEMBUATAN YAITU 6 MEI 1974,WAKAF DARI KELUARGA Dt.KAHONDO MARAJO

SERAMBI

SERAMBI MASJID TERDAPAT DI BAGIAN DEPAN (TIMUR) DENGAN PONDASI TERBUAT DARI BETON/ ERAMBI BERUPA RUANGAN TERTUTUP DENGAN DINDING KACA NAKO/ ATAP SERAMBI DARI SENG BERBENTUK SEMI LIMAS/PINTU MASUK TERDAPAT DI BAGIAN UTARA DAN SELATAN/ DIATASNYA KUBAH/MENARA BERBENTUK SEGI DELAPAN DENGAN JENDELA KACA (DUA DAUN) DI SETIAP SISINYA/ ATAP MENARA BERBENTUK KUBAH/ KEMUNCAK BERBENTUK SUSUNAN BUAH LABU DAN PALING ATAS RUNCING (KERUCUT)/SERAMBI JUGA DIFUNGSIKAN SEBAGAI TEMPAT BELAJAR AL-QURAN,DAN TEMPAT PENITIPAN SEPATU DAN SANDAL/

RUANG UTAMA

UNTUK MASUK KE RUANG UTAMA MASJID,DARI SERAMBI MELEWATI PINTU BERELUNG DUA, BERHIASKAN KALIGRAFI DAN SULUR/ PINTU TERBUAT DARI KERANGKA BESI YANG DAPAT DILIPAT MENYAMPING KE KIRI DAN KANAN/RUANG UTAMA BERLANTAI DAN BERDINDING PAPAN DENGAN JENDELA KACA NAKO TERDAPAT DI SISI-SISI KANAN/RUANG UTAMA BERLANTAI DAN BERDINDING PAPAN DENGAN JENDELA KACA NAKO TERDAPAT DI SISI-SISI DINDING/JENDELA NAKO MASING-MASING BERJUMLAH 6 BUAH DI BAGIAN DINDING UTARA DAN SELATAN/, DAN 4 BUAH DI SISI BARAT DAN TIMUR/TIANG BANGUNAN BERJUMLAH 6 BUAH DI BAGIAN DINDING DARI KAYU ULIN BERDIAMETER ANTARA 23 – 45 CM DAN SATU TIANG UTAMA (TONGGAK MACU) BERADA DI TENGAH-TENGAH DENGAN GARIS TENGAH + 75 CM/ TIANG UTAMA DITUTUP DENGAN PAPAN (TRIPLEKS) BERBENTUK SEGI DELAPAN (2,5 M) BERFUNGSI SEBAGAI PENUTUP TANGGA NAIK KE KUBAH/MENARA YANG MELINGKAR KE KIRI PAD TIAN UTAMA/ ATAP PLAFON TERBUAT DARI PAPAN KAYU /

DIBAGIAN TIMUR SEBELAH SELATAN RUANGUTAMA TERDAPAT BEDUG YANG TERBUAT DARI POHON-POHON KELAPA DENGAN GARIS TENGAH 60 CM (BAGIAN YANG DIPUKUL), 27 CM ( BAGIAN EKOR), DAN PANJANG 220 CM/ DI SEBELAH BARAT RUANG UTAMA TERDAPAT BANGUNAN MIHRAB MENJOROK KELUAR DARI BANGUNAN RUANG UTAMA DAN BERLANTAI KERAMIK/ TERDAPAT DUA BUAH RELUNG YANG DIHIASI KALIGRAFI DAN ANGKA TAHUN RENOVASINYA DANBERLANTAI KERAMIK/TERDAPAT DUA BUAH RELUNG YANG DIHIASI KALIGRAFI DAN ANGKA TAHUN RENOVASINYA “12-10-1989 M/12-3-1410 H ./ DIDALAM MASJID TERDAPAT MIMBAR UNTUK KHUTBAH JUMAT SEBAGAIMANA UMUMNYA,NAMUN HANYA SEBUAH MEJA DAN KURSI BIASA/

KUBAH/MENARA MASJID BERBENTUK SEGI DELAPAN DENGAN JENDELA (DUA DAUN) DI SETIAP SISINYA/ ATAPNYA BERBENTUK KERUCUT DAN KEMUNCAKNYA TERDIRI DARI SUSUNAN BUAH LABU DAN BULAN SABIT.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar